Dulu, kamu yang ada saat aku sedih, ada saat aku butuh, ada saat aku tertawa, ada saat aku sedang bahagia, bahkan ada saat aku menangis. Kamu pahlawanku, pahlawan yang nggak kenal lelah, yang sabar dan pengertian. Sosok yang sukar tuk ditemukan, sosok yang harus dipertahankan. Mungkin kamu bagai mentari saat hujan, pelangi saat mendung, tawa saat tangis. Bukan sesuatu yang tak berguna. Aku nggak puitis nggak bisa bikin kata-kata, tapi aku punya hati, hati yang selalu kamu jaga. Aku punya banyak kekurangan, tapi kamu selalu bisa melengkapinya. Kamu matahariku, bulanku, bintangku.
Tapi, tapi itu dulu dan aku tidak bisa memintamu untuk kembali seperti itu, dan aku juga tak mau melakukanya. Aku bahagia bagaimanapun keadaaan kita, aku bahagia meski kamu tak tau aku menangis, aku bahagia jika kamu bahagia. Dan aku sangat bahagia jika kamu melupakanku. Aku nggak mau kamu remehin, nggak mau kamu rendahin. Cukup ini yang terakhir dan sulit untuk memintamu kembali, kembali sebagai pahlawanku.
Mungkin selama ini aku jahat padamu, aku banyak merugikanmu, tapi sekarang aku sakit kalau smsan sama kamu, sakit kalau denger namamu, sakit kalau ketemu kamu DAN SAKIT KALAU KENAL KAMU. Rasanya semua rasa sayangku sekarang sudah berubah menjadi benci, tiada yang tersisa. Mungkin aku yang berdosa mengkhianati rasa ini, tapi aku ingin menghapus lukaku. Menghapus sakit ini, pedih ini, perih ini.
Kamu bilang sayang sama aku, BULLSHIT omong kosong. Sekarang aku udah nggak nemuin sosok yang seperti itu, sosok pahlawanku yang hilang. Mungkin aku hanya serpihan kecil kisah hidupmu, bukan sosok yang penting bagimu. Waktu aku mengenalmu tidak sebentar, aku ambil keputusan untuk mencoba keduakalinya, tapi percuma kalau aku membohongi perasaanku. Ya selama ini aku berbohong, gengsiku terlalu besar. Sudalah itu hanya penyesalan.
Dan sekarang aku tau siapa kamu sebenarnya, mungkin ini akhir dari sejuta kisah indah kita bersama, yang sia-sia hanya karna keegoisan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar